Minggu, 20 November 2016

Ra'

Kau tidak tahu bagaimana perasaanku Ra', Aku tahu pikiran tak bisa hidup sendiri, akan selalu ada hati yang berjuang meyakinkan.

tapi tidak Ra'... tidak denganku, hatiku selalu berontak, Aku tidak bisa menyatukan hati dengan pikiranku.

Ra'... andai kau berada di posisiku, kau tahu betapa terpuruknya degup ini

Ra'... Aku tidak mampu lagi menyeka rintik dari mataku, kesedihanku menganak

Ra'... kegelisahan menyelinap dari bilik relung

Ra'... sebodoh apakah aku ini?
isakan-isakan selalu mewarnai malamku

Ra'...bunuh saja Aku...

Kamis, 25 Agustus 2016

sebutlah aku sebagai hal-hal
yang tak akan menyerah memberimu perasaan
dengan segala yang terakit dalam nyawaku
dalam sisa usiaku
dalam ingatan-ingatan yang tabah
dalam seribu doa-doa yang tak berjeda satu napaspun
dalam rindu yang terawat
dalam hati yang setulus-tulusnya menyayangi
sederhana...
sebab aku mencintaimu melebihi siapapun


Selasa, 16 Agustus 2016

Langitku

...kepada engkau pemilik senyum termanis, pemilik mata yang selalu aku kagumi, ...

aku ingin menuliskan hal yang mudah kau baca dan kau pahami, tentang seseorang yang mencintaimu paling lama, yang merindukanmu tanpa sadar waktu, yang pertama mencarimu begitu khawatir, yang rela menjadi angin saat kau butuh udara segar di musim yg begitu panas ini, bertiup hanya kepadamu,
mengindahkanmu dengan doa-doa yang tak terhitung
menjadikanmu selalu ada sebagai alasan yang membahagiakan.
yaa... seseorang dibalik langit biru itu
di atas sana
bentang luas mencintaimu
bahkan melebihi luasnya,

percayalah,
aku adalah kesetiaan yang selalu mendampingi setiamu.

_dariku yang terjaga, merawat renjana_




Selasa, 19 Juli 2016

Syawal dan Juli milikku

Aku tak pernah bilang aku tak suka bulan-bulan lainnya
tapi bulan ini sungguh spesial
Syawal dan Juli yang bersatu dalam keberkahan
sehari semalam, sebulan setahun, hingga bertahun-tahun
menggapai titik ikhlas dan syukur
menggerakkan seluruh neuron untuk berceria
bersenandung tanpa alasan
bergumam tanpa gerutuan
indahnya indah lalu kata indah tidak cukup lagi
hingga bahagia yang sejadi-jadinya

Bulan ini sungguh bulan spesial
dimana salah satu tahap dalam hidupku mencapai puncaknya
tentang jatuh bangunnya ujung kepala hingga kaki
tentang mimpi yang menggaruk-garuk otak
tentang proses yang kunikmati dengan khusyuk
tentang keringat yang membasahi telapak tanganku
semua tentang gegap, sedih, senang, acuh, kecewa, tawa, tangis, drama, serius, takut, muak, basa-basi dan rasa lainnya yang tak bisa kuunggakap lagi selama perjalananku

Syawal dan Juli milikku
babak selanjutnya akan kutempuh
kembali menulis warna yang tidak biasa
menggapai harap-harap yang selalu kuaminkan
semoga orang-orang yang terlibat dalam perjalananku masih ditajamkan panca inderanya untuk sekadar melihat, memeriahkan, mengkritik, memotivasi, menolong, mengerti, memikirkan dan mendoakanku.

I love my life,
be willing to fail,
Fall hard is okay,
in short time i can jump high,
just to be happy, even more.


Senin, 20 Juni 2016

Birrul Walidain, ikhlasum pi amali

Dalam kehidupan yang sedang dan yang akan kita jalani pasti akan menemukan banyak hambatan, rintangan serta cobaan. Kadang dalam hidup ini semua hal tidak berjalan sesuai keinginan kita. Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya, karena orang tua kita tidak merestui apa yang kita inginkan. Semua orangtua pasti berharap anak-anaknya sukses. Orang tua akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya. Meskipun kadang keputusan mereka belum tentu tepat dalam menentukan jalan hidup anaknya. Sedangkan si anak juga ingin meraih impian yang menurutnya terbaik, meskipun kadang harus beradu argumen untuk meyakinkan orang tua demi mendapatkan restu mereka. Di situlah masalahnya. Ada kalanya kita tidak bisa menentang keinginan mereka. Dikenyataannya, hanya sedikit anak yang berani menentang keputusan orang tuanya. Mereka nekat melakukan apa yang menjadi impiannya, meski tanpa restu dari orang tuanya.

Kemudian saya teringat dalam sebuah hadits, Rasulullah pernah berpesan bahwa keridhaan Allah subhaana wa ta’ala berada dalam keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah berada dalam kemarahan orang tua.

Yah saya sedikit ingin bercerita tentang impian yang saya mantapkan yaitu mengabdi ilmu di pelosok negeri.

Awalnya, saya tak pernah berniat ingin menjadi guru tetapi perkuliahan yang sering membahas tentang pendidikan dan praktik mengajar lapangan membuat saya mulai peduli dengan dunia pendidikan meskipun hanya di beberapa aspek saja. Saya berpikir setelah lulus nanti akan melamar pekerjaan di bidang yang saya inginkan menjadi  editor, lalu saya seperti merasa ingin berbagi ilmu dengan anak-anak di negeri ini.

Saya memang sudah bekerja di salah satu sekolah dasar di daerahku, sekolah luar biasa. Semenjak menjadi bagian dari sekolah tersebut saya sadar bahwa menjadi guru itu tidaklah mudah, beban yang dipikul cukup berat. Di sana saya belajar tentang arti kepedulian, kesabaran dan cara memberikan perhatian khusus untuk anak-anak istimewa.
 Kondisi mereka mungkin mempunyai gangguan fisik atau keterlambatan perkembangan, ketidakmampuan untuk belajar, gangguan mental atau bahkan anak dengan tingkat kecerdasan yang sangat tinggi. Saya menyebutnya anak spesial, karena kebutuhan, pola pengasuhan, dan pendidikannya juga spesial, kebutuhannya berbeda dari tumbuh kembang anak pada umumnya. Saya sangat kagum dengan guru-guru di sekolah tersebut, guru yang mulia. Pekerjaan mulia ini tidak bisa dibandingkan dengan pekerjaan apapun yang ada dimuka bumi ini. Terlebih menjadi guru anak berkebutuhan khusus, maka perasaan bahagia ketika anak-anak didik mereka mampu menunjukkan perkembangan yang baik dalam kemampuannya tentu tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Sebuah pengalaman yang membukakan mata hati saya untuk lebih banyak mengabdi, lebih banyak bersyukur, serta lebih banyak berbagi.

Kemudian, entah kenapa perhatianku juga dialihkan dengan anak-anak di pelosok negeri ini yang sekolahnya begitu memprihatinkan yang seringkali membuat saya tersenyum sekaligus terenyuh. Sebenarnya saat ini juga gencar-gencarnya ada proyek mengajar bersama untuk para anak muda bagi anak-anak di pelosok, seperti 1000 guru, Indonesia Mengajar, SM3T (Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal)  dan masih banyak lagi yang lainnya. Saya ingin ikut salah satunya yaitu SM3T. Beberapa kali saya melihat di televisi, dan mendengarkan cerita dari salah seorang seniorku yang merupakan salah satu alumni SM3T. beliau sangat hebat dengan perjuangan demi mencerdaskan anak-anak negei ini. Saya sudah bergabung di group FB SM3T, menjelajahi situs-situs internet yang berkaitan dengan SM3T tersebut. Beberapa foto disajikan yang membuat saya semakin menggebu untuk ikut.

Namun apa daya keadaan belum mengizinkan. Kedua orang tuaku tidak menginginkan saya turut serta. Saya sudah menjelaskan bahwa setelah lulus kuliah nanti saya ingin ikut program tersebut, saya ingin benar-benar mengabdi, menjadi seorang guru yang menyenangkan bagi anak-anak didikku nanti. Tetapi Mereka tidak sanggup untuk jauh dengan anak sulungnya ini, meskipun mereka percaya bahwa mental saya cukup kuat dan sanggup mandiri. Mereka lebih ingin saya berada dekat tanpa harus pergi ke pelosok negeri yang sudah menjadi tujuanku. Yah impian memang impian. Berhasil meraih impian atau keinginan merupakan sebuah kebanggan. Dari sini saya belajar bahwa kebanggan bukan hanya itu, tapi kebanggan itu saat saya mampu membahagiakan orang lain di sekitar, terpenting orang tua saya. Kebanggaan ketika bisa membuat mereka tersenyum bahagia. Disini saya berada pada posisi sebagai seorang "perempuan" dan harus menggunakan waktu sebaik mungkin, mencoba sabar, karena perempuan yang terlalu memperhatikan karir, biasanya justru banyak melupakan kewajiban yang sudah seharusnya yang nantiya menjadi guru madrasah kecil di keluarga kelak. Niat yang menurutku baik belumlah baik bagi Allah, tapi yang menurut Allah baik itu pasti menjadi hal yang terbaik buat kehidupanku.

Akhirnya saya memilih untuk fokus pada perkuliahan saya menuju sarjana yang nantinya bermanfaat meski tanpa mengabdi di daerah terdepan, terluar dan tertinggal, karena dilatarbelakangi niatan tulus ingin mengabdi sambil mencari rezeki, tentu apapun pekerjaannya saya nikmati. Pengalaman dan ilmu yang tak ternilai harganya yang saya sudah dapatkan di sekolah luar biasa tempatku mengabdi, merupakan modal saya  tentang bagaimana kesabaran, kreativitas, dan kemampuan mengorganisir yang baik, terutama lagi adalah kemampuan untuk memahami perbedaan antar individu yang satu dengan lainnya, dan juga kemampuan untuk memotivasi anak-anak berkebutuhan khusus. Saya mulai bisa mengontrol kondisi kejiwaan dan emosi. Jiwa didik semakin ikhlas dan sabar. Keikhlasan dan kesabaran itulah yang mendorong saya untuk terus menggali ilmu dan pengalaman bagaimana sesungguhnya cara yang paling efektif agar yang dididik memiliki kemandirian, keterampilan dan tentu perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik yang semakin baik.

Semoga saya bisa menjadi seseorang yang berbakti kepada orang tua dan berbakti kepada negeri ini, mempertanggungjawabkan apa yang telah saya peroleh selama di bangku sekolah hingga lulus di bangku perkuliahan.

Satu lagi semoga saya  bisa memanusiakan manusia, memiliki kompetensi yang cukup, menjadi pendidik yang profesional dan tulus, bisa mendidik anak-anak, murid, siswa atau bahkan mahasiswa nantinya jika saya menjadi dosen. InsyaAllah J


Curhat 21 Juni 2016

Minggu, 01 Mei 2016

Bismillah...Aku Mencintaimu

kau tahu apa yang hidup dalam dadaku?
kau tahu apa yang bernapas dalam setiap helaku?
Bismillah.. kau dan cinta

sesungguhnya, aku masihlah anak kecil yang merengek penuh manja...
cengeng...
tidak tahu berbuat apa-apa...
hanya merumitkan semuanya dengan keegoisan
semoga tak ada keraguan darimu

Bismillah...Aku mencintaimu dengan sangat
Sesungguhnya hanya Tuhan yang paling mengenal ketakutanku
dan kau yang mampu mengerti
aku berserah pada-Nya
dan aku berharap banyak padamu
maka peluk aku selagi utuh tubuh dan ruh

Bismillah....Aku mencintaimu dengan sejadi-jadinya
dengan sederhana kau mengajariku kebahagiaan yang berulang-ulang
jika jantungku ini memiliki bibir
kupastikan ketika bersamamu ia tersenyum tertawa
jika saja kata-kata ini dapat mewakili suaraku
kukatakan sejumlah tak terhitung
bahwa aku menyayangimu

Bismillah...kucintai kau tanpa lelah
menyulam tulus dalam doa untukmu
memohon pada-Nya agar membesarkan nyalimu agar tak takut memperjuangkanku
karena aku sudah merasa siap untuk menjadikanmu pilihanku
cinta yang selama ini kutunggu dengan hati lega


Minggu, 24 April 2016

Lalu ini untukmu

Aku ingin menulis sebuah lirik lagu sederhana
dengan tarikan-tarikan senar gitar
sekejap ingin kukenang melodi lampau lalu kubuang
hingga meniadakan

mengapa kau datang ?
kesedihan itu telah menjemput pelangi
setelah tangis berderai-derai

tentang keadaan ? 
Kau tak perlu tahu
Aku bahagia
menertawakan kebodohan dirimu
ketergesa-gesaan meninggalkan perempuan yang mencintai begitu relung

bagaimana?
seperti saat ini
Aku bahagia
kau mengantarkanku pada tempat ini
di sini sangat indah
di hati seorang yang telah melepas duka 
seorang yang nantinya menjadi satu-satunya kekagumanku dalam dada

tidurlah engkau...
akan kunyanyikan lagu untukmu
lalu pergilah ...
kemas segala sesal dan kecewamu



Jumat, 01 April 2016

Sedikit Bercerita April

April ...
Aku sedikit ingin bercerita
entah itu apa...
aku ingin bercerita tentang bulanmu
ahh bukan bulanmu
bulan kemarin...

April...
Gerimis saja seperti ini, bagaimana derasnya?
Berulangkali aku harus berdamai dengan amarah

April...rasanya Aku ingin amnesia
lumpuh
mati tertembak
terbunuh
hingga sekujur tubuhku berdarah penuh sayatan
lalu makamkan aku di atas tanahmu

April...
Aku pernah bercerita tentang lelaki itu
Aku ingin memeluknya erat sambil menutup mata
biar dia rasakan nadiku berhenti berdetak
lalu pergi meninggalkan nada suaranya

April...
Aku ingin menyebutkan cinta padanya tanpa jeda
sebelum bulanmu menenggelamkan jasadku


semoga masih bisa menciumi 5 Aprilmu :)


Kamis, 17 Maret 2016

yang Ku panggil Ibu


untuk perempuan yang ku panggil ibu
Seorang perempuan yang tiap malam menenun serat-serat doa
cahaya bagi segala dan seluruh


pagi hening...
hening sangat
Debar di dada penuh resah dan air yang alir dari sepasang mata
Aku ingin simpuh dalam sujud, mengurai sedih yang sungguh kusut

Ibu...
sudikah Engkau
mengemas segala yang disembunyikan
agar aku merasa ringan untuk segala kekhawatiran
kekhawatiran yang terlalu matang dalam dadaku

Ibu...
udara terasa berat untuk kuhirup
ajarkan aku menaggung dingin
dari kuyupnya hujan
agar sakit di sekujur puisi ini lekas sembuh

Aku hanya ketakukan yang leleh setiap detiknya
Menenggelamkan rasa trauma pada tangis


17 Maretku

Selasa, 12 Januari 2016

Mantra dalam Sastra


A.       PENGERTIAN MANTRA
Mantra diambil dari kata sansekerta yaitu "mantra" atau "manir" yang merujuk pada kata-kata dalam kitab suci umat Hindu, Veda. Dalam masyarakat Melayu, mantra atau juga dikenal sebagai jampi, serapah, atau seru adalah sejenis pengucapan yang terdengar seperti puisi yang mengandung unsur sihir dan ditujukan untuk mempengaruhi atau mengontrol sesuatu hal untuk memenuhi kenginan penuturnya. Antara lain, mantra merupakan ayat yang dibaca untuk melakukan sihir, yaitu melakukan sesuatu secara kebatinan, seperti menundukkan musuh, melemahkan musuh. Selain itu mantra dianggap memiliki kekuatan gaib yang luar-biasa yang memungkinkan pembacanya mengontrol seseorang atau alam.

Jumat, 08 Januari 2016

....

Di dalam mata aku melihat, dalam tundukku
mencintai langkahmu
Tiadakah engkau tahu pada rasa?
dengan sengaja kau diam
lalu tenggelam dan lupakan

yah..Aku cengeng

Maafkan Daku Tuan

Tuan...
pandangku masih mudah tertipu
belia tak tahu hakikat
cakap hanya sering berspekulasi yang belum tentu benar
telinga dengan pendengaran cukup
ingatan dengan warna langit senja yang tertutup mendung
membaca dan mengenal lewat kata
selebihnya aku belum mampu bertaruh praduga...

Tuan...
kau belum tahu sebenar-benarnya hati seorang perempuan
perasaanku hanya sekumpulan rasa takut
takut jika aku sia di matamu
perjuanganku mampu dikalahkan deras hujan
mana bisa terbitkan pelangi?
aku tak sekuat yang kau kira
menantimu dengan setumpuk pertanyaan dan praduga
seperti tragedi yang sengaja ditutup-tutupi.

Tuan..
Aku akan mundur selangkah demi selangkah
sebab ada hal yang tak kuduga sebelumnya dan lagi lagi aku harus mengalah
Aku ingin menjaga perasaanmu, hingga tak begitu peduli dengan milik orang lain 
bahkan milikku sendiri
aku masih jeli melihat ketulusan mencintai

Tuan Aku perlu belajar lebih...

07 Januari 2016 - 21.14

Minggu, 03 Januari 2016

tentang tunggu

Telah kusiapkan doa doa, agar tabahku tetap pada garis kita, menunggumu penuh setia sebab aku mencintaimu, maka aku menangguhkan doaku, merayu Tuhan untuk jalan yang semoga mengarahkanmu kepadaku. Suatu hari, ingin kuwujudkan mimpiku dengan mengajakmu berada di dalamnya, aku tidak berani menjanjikanmu apa-apa, kecuali hati ini untukmu kujaga...
Kaulah waktu; tempat segala doa menunggu.


Jumat, 01 Januari 2016

Lalu

Waktu adalah ingatan
besok mungkin harus merampung kenangan
sebagai seorang perempuan
yang menyimpan senyum memilih senja 

sebagai tempat menundukkan segala apapun
tak pernah beranjak
Jantungku berisikan kata-kata yang akan meledak
sore mulai matang dan larut
pesanku menjadi batu, lalu tenggelam ke bawah
selamat beristirahat desemberku
kau tak akan tergelincir dalam ketiadaan
atau luruh pada cerita di mana kerap tak terbaca pada siapapun.


Maros, 01 Januari 2016