Seorang perempuan yang tiap malam menenun serat-serat doa
cahaya bagi segala dan seluruh
pagi hening...
hening sangat
hening sangat
Debar di dada penuh resah dan air yang alir dari sepasang mata
Aku ingin simpuh dalam sujud, mengurai sedih yang sungguh kusut
Aku ingin simpuh dalam sujud, mengurai sedih yang sungguh kusut
Ibu...
sudikah Engkau
mengemas segala yang disembunyikan
agar aku merasa ringan untuk segala kekhawatiran
kekhawatiran yang terlalu matang dalam dadaku
udara terasa berat untuk kuhirup
Aku hanya ketakukan yang leleh setiap detiknya
Menenggelamkan rasa trauma pada tangis
ajarkan aku menaggung dingin
dari kuyupnya hujan
agar sakit di sekujur puisi ini lekas sembuhAku hanya ketakukan yang leleh setiap detiknya
Menenggelamkan rasa trauma pada tangis
17 Maretku

0 komentar:
Posting Komentar