Senin, 16 Desember 2013

Tik tik tik

Rintik hujan tik tik tik
kubaca tiap derai rintik sebelum menyentuh tanah
kubiarkan mata terpejam
tatkala hatiku yang meratap
mengadu pada langit
meneguhkan senyum di sela awan basah
hingga pelangi mendekap begitu indah

Selasa, 29 Oktober 2013

BURAM

Bak dia yang membusungkan dadanya di kursi atas
Berpakaian rapi
Mobil mengkilap
Tawa terbahak...


Dimana takaran emas yang telah engkau janjikan?
Mana...?
Apa telah menjadi sarapanmu?
Atau telah menjadi kerikil atau bahkan debu ?
engkau santap lembaran angka itu..


Hei kamu wajah tak berwujud..
Buat apa lagi engkau menapak di situ?
Menawarkan perih
Meraung-raung bisu
Menyodorkan kalimat murka
Ahh.. Masih abu-abu
Berhenti..!
Kataku..
Berhenti..!!
Kutunjuk engkau dengan jariku..




Ratna Sari - 29 Oktober 2013
buat para tikus-tikus parlementer

Kamis, 10 Oktober 2013

Aku Rindu

Ku dengar suara lirihmu menyebut namaku dalam diammu
Yang berharap diriku hadir
Menjelma dalam sepi sunyimu
Di bawah naungan malam
Akupun persembahkan secarik rindu
Yang sejak tadi menyebut namamu juga
Dan aku seakan dalam pelukmu yang begitu nyaman
Lewat khayalku ini



Ku bisikkan padamu AKU RINDU

Kamis, 02 Mei 2013

Tak Peduli

Biar saja kalian mengaung
dengan mulut mulut keringmu
Aku tak mendengar
tak melihat
tak merasa
tak peduli

Biar saja kalian berteriak
dengan cerita cerita semu
yang tak Aku mengerti
Entah itu amarah, kebencian atau kehinaan
Ahh... Aku tak peduli..



02 Mei 2013
Nah.. ini puisi untuk orang-orang yang selalu saja mencari kejelekan orang,,
huu dasar orang iri

Kamis, 18 April 2013

April dan Mei

April berlabuh
bersama gerimis pada tanggal itu
cerita merah maron
memecah..
melebur..
membuih..
hingga akhirnya mengutuk bahagia di Mei esok

Mei menjemput
menata garis hujan
karena April terlalu sayup

Mei di sini
dengan mimpi yang beradu
Mendesak..
Menyeret..
menikam..
berharap Mei bicara tentang pelangi




30 Mei 2013
Aku berharap tak ada lagi hujan di Mei esok seperti pada April kemarin yang basah