Senin, 28 Juli 2014

Kadung Cinta

Sebentar ingin ku tuntaskan baitku
karena Aku semakin bersimbah rindu
terngiang desismu meyekapku
menyentuh seribu akar nadi
Engkau selalu merangkai bianglala dalam senjaku
helai rindu memekik
melampaui kayuh hembusku
dengan kilauan kasih
biarkan kulumat perlahan
hingga aksara turut membingkisku

Sabtu, 26 Juli 2014

Nelangsa

mataku enggan terbuka
meski satu mentari indah
menyapa tubuhku yang lesu
sepertinya acuan waktu menghilang dari benakku
dalam belantara jiwa
mencari oasis RASA disana
pelepas dahaga segala sukma
desak mendesak sesakkan dada dan pikiran
Ahhh,,,
biarkan kunikmati pagi ini
pelan-pelan rasakan dekapan embun
walau gerbang maya
ada serumpun tanya
yahh karena derma rasaku
hendak mengukir bait-bait ini

Jumat, 25 Juli 2014

Mutiara Senja

Entah lembut
mempesona
ataukah anggun
tentu senja masih jauh

percik rindu mungkin masih hinggap
rindu yang dulunya hilang
apakah senja salah telah hadir

mutiara itu kasih pertama
kasih terdalam hingga senja mulai merampasnya
mengalihkan arah tuju gerimis

mutiara terang, indah nan cantik
mutiara maafkan senja merenggut sinarnya
senja ini hanya menghadirkan gelap ketika malam mulai menelannya

Sendiri

Sepi ini hendak mencari kejora

Di dasar langit mendung

Meniti gerimis berkecamuk

Di tepi pagi

Sedikit menggigit bibir menanti hujan

Sesak nafas terhimpit akal tertekuk

Sepi dalam tahannus menjulang seperti petir

Dan sepi kembali memaksa bermain bersama waktu

Kamis, 24 Juli 2014

RASA itu

aku tahu rasa itu
dan aku rasakan itu
di malam santun yang berbalut sepi ini
masih ku rasakan
pertemuan dalam satu jeda kala hujan tadi
ada yang menghangat dada
ingin ku nikmati lagi
senja dan matahari yang tenggelam di pipimu
sinar tatapmu yang menerobos garis-garis gerimis
senyummu manarikku melantai d hamparan rindu
wahai kekasih hatiku...
penakluk hasratku
temani aku
melebur cinta dan rindu dalam sukmaku

Rabu, 23 Juli 2014

Butiran Pagi

Mentari hadir kembali
menemaniku merajut cakrawala
dengan benang-benang air mata
ilalang pagi mengalunkan melodi ke dalam qalbu
Engkau malaikat di celah cahaya itu
menghadirkan kilau embun bagai kristal
tataplah Aku dengan satu kecupan hangat
meskipun Engkau tak menyapaku pagi ini
cukup dengan senyuman manja
yang menjagaku hingga senja

Sajak Untuk Sang Senja

senja yang begitu hangat..
di sana telah ku selipkan sejuta rindu..
desau angin dengan bisikan gemas
menghadirkan gemuruh hati dalam pelukan...

senja...
ku tatap engkau bersama mentari di celah keheningan...
jam tanpa jarum di balik jendela itupun tersenyum
menertawaiku bermain dengan bingkisan fatamorgana..

senja..
ingin ku sampaikan rasa ini...
meskipun kau hampir ditelan malam..
kan ku temui engkau dalam mimpi..

Indahnya Pagi

Hangatnya pagi bukan karena ku buka jendela
membiarkan matahari melukis cahaya
tetapi ketika lembut suaramu
mengepak anggun dibalik senyummu
ohh...matahari jam tujuh lewat dua
sunguh menawan
Aku ingin mensyukuri pagi ini
memanjatkan doa dikeningmu
karena Kau adalah terik kerinduan