Jumat, 25 Desember 2015

Celoteh Pejuang Proposal Skripsi

     Masa-masa semester tujuh dan delapan mungkin adalah masa-masa paling krusial pada kehidupan perkuliahan seorang mahasiswa. Pada masa itu, mungkin anda sudah mulai muak dengan kehidupan perkuliahan, dan disisi lain teman anda satu-persatu telah mengajukan judul dan mulai melaksanakan ujian proposal skripsi.
     Tiada hari tanpa buku, mahasiswa mendadak rajin ke perpustakaan, kalau dulunya mendengar perpustakaan begitu sangat tabu di telinga, sekarang sudah jadi bagian dari hidup yang mengisi hari-hari para pejuang proposal skripsi. Yaa proposal skripsi itu seperti ibarat gunung, kalau dikerjakan sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit alias selesai juga. kalau tidak dikerjakan sedikit demi sedikit ya jadi bukit juga, MEMBATU dan MENGERAS.

Sabtu, 19 Desember 2015

Tentang Anak Penyandang Autis

    Autis pada anak memang salah satu yang ditakutkan orangtua. Ada sepenggal cerita yang saya ambil dari seorang pengajar anak berkebutuhan khusus. Sebut saja namanya Dara. Saat ini usianya sekitar 17 tahun. Dara merupakan anak tunggal dari orang tua yang super sibuk. Sehari-hari dia ditemani kakeknya dirumah.
republika.co.id 
   Dara merupakan anak yang berkebutuhan khusus. Diusianya yang sudah menginjak 17 tahun tingkah Dara sama seperti anak SD, kadang bicaranya masih susah dimengerti orang dewasa, menurut cerita orang saat Dara kecil, Dara sering dibiarkan sendiri, menonton TV sendiri, bermain sendiri. Bicaranya kadang ngelantur membicarakan apa yang jauh dipikiran kita. Guru Dara pernah cerita, Dara sangat merindukan keluarga bahkan Dara pernah berkata pada gurunya : "Bu kapan yaaa ibu dara kaya ibu " atau sesekali dia berkata bu dara pengen masuk surga, ibu jangan meninggal yaa nanti Dara sama siapa ?"

Jumat, 18 Desember 2015

Pendidikan Luar Biasa

     Dewasa ini peran lembaga pendidikan sangat menunjang tumbuh kembang anak dalam berolah maupun cara bergaul dengan orang lain. Selain itu, lembaga pendidikan tidak hanya sebagai wahana untuk sistem bekal ilmu pengetahuan, namun juga sebagai lembaga yang dapat memberi skill atau bekal untuk hidup yang nanti diharapkan dapat bermanfaat di dalam masyarakat.
     Sementara itu lembaga pendidikan tidak hanya ditunjukkan kepada anak yang memiliki kelengkapan fisik,tetapi juga kepada anak yang memiliki keterbelakangan mental, mereka dianggap sosok yang tidak berdaya, sehingga perlu dibantu dan dikasihani untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu disediakan berbagai bentuk layanan pendidikan atau sekolah bagi mereka. Pada dasarnya pendidikan untuk berkebutuhan khusus sama dengan pendidikan anak-anak pada umumnya.