Shubuh tadi aku memeluk dingin
Hujan rindu yang kau pesan rasanya tak mau reda
Rindu ini telah menghujam memenuhi dada tepat di debarku
Embun, daun-daun, sayup kokok ayam, cericip burung dan teh hangat adalah saksi setia
Sepertinya aku hanya perlu mengecupmu
Membaca yang ada di sepasang matamu.
Ai... Pada sudut senyummu aku sesatkan diri tanpa ingin kembali
Sebab di sana kutemui alasan bahagiaku terus bersemi
Selamanya bahkan lebih lama dari usia Tuhan.
0 komentar:
Posting Komentar