Jumat, 25 Desember 2015

Celoteh Pejuang Proposal Skripsi

     Masa-masa semester tujuh dan delapan mungkin adalah masa-masa paling krusial pada kehidupan perkuliahan seorang mahasiswa. Pada masa itu, mungkin anda sudah mulai muak dengan kehidupan perkuliahan, dan disisi lain teman anda satu-persatu telah mengajukan judul dan mulai melaksanakan ujian proposal skripsi.
     Tiada hari tanpa buku, mahasiswa mendadak rajin ke perpustakaan, kalau dulunya mendengar perpustakaan begitu sangat tabu di telinga, sekarang sudah jadi bagian dari hidup yang mengisi hari-hari para pejuang proposal skripsi. Yaa proposal skripsi itu seperti ibarat gunung, kalau dikerjakan sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit alias selesai juga. kalau tidak dikerjakan sedikit demi sedikit ya jadi bukit juga, MEMBATU dan MENGERAS.

     Pada semester ini, sikap mahasiswa yang dulunya selalu senang ketika dosen tidak hadir akan berubah seratus delapan puluh derajat mejadi kegalauan yang tiada tara. Anda akan mencari dosen bagaimanapun caranya. Bahkan meskipun dosen sedang berada di ujung dunia anda akan berusaha untuk menujunya demi sekedar mendapatkan tanda tangan dosen. Pada saat itu pula, orang tua anda di kampung, teman-teman anda, bahkan mungkin kekasih anda akan menelpon untuk sekedar bertannya “Sayang, judulnya udah diterima belum? bagaimana hasil konsultasinya ? sudah ACC belum ?”.
     Pertanyaan itu adalah pertanyaan paling menakutkan untuk didengar oleh mahasiwa semester akhir. Pertanyaan itu betul-betul pertanyaan paling horor. Teman saya bahkan sampai membentak pacarnya karena mendengar pertanyaan tidak mengenakkan itu, untung saja dia akhirnya sadar dan kemudian meminta maaf. wetss.. gila
     Pengaruh proposal memang dahsyat, semuanya sangat berubah, waktu luang digunakan untuk mencari judul atau di jejaring sosial yang biasanya update status alay kini berubah menjadi kata-kata lelah, kesal, marah, sedih karena proposal skripsi, ada juga yang sampai jatuh sakit, bahkan ada yang doa'in dosennya masuk neraka... Luar biasaaa..
     Terus bagaimana dengan mahasiswa-mahasiswa yang mentalnya kayak kerupuk, putus asa karena judulnya ditolak, disuruh revisi kembali, meneliti ulang ? huuuft...kasihann.. pengaruhnya mungkin laptop dan buku2 dicuekin. *sorry sob lagi males liat loe, ngertiin perasaan gue” ngomong sama laptop dan buku yang tak tau apa-apa, kemudian nangis, banting pintu, bahkan menyalahkan keadaan. Tetapi, satu hal yang harus anda tahu jika anda adalah salah satu dari mereka bahwa perjuangan meraih gelar sarjana itu bukanlah hal yang mudah.

Oke positif thinking....!!!
Menunggu dosen pembimbing adalah hal yang lumrah di semester akhir. Jangan pernah mengeluh jika anda menghadapi hal ini, dan jangan pernah menyalahkan dosen anda yang malas ke kampus. Anda harus memiliki kesabaran ekstra untuk menghadapi hal ini. Di semester ini, waktu anda dicurahkan sepenuhnya untuk menunggu dosen dan menyelesaikan skripsi. Anda mungkin harus mengorbankan waktu dan kebersamaan bersama pacar anda. Begitupun ketika diminta untuk merevisi kembali hasil tulisan. Anda harus menerima kenyataan itu. Terkadang ada mahasiswa yang mengeluhkan betapa menjengkelkannya dosen pembimbing mereka karena tidak kunjung memberikan persetujuan untuk menempuh ujian. Jika anda mengalami hal ini, dewasalah. Jangan mengeluh. Anda bukan orang yang pertama kali mengalami hal itu.

Satu hal yang pasti, anda akan belajar banyak hal ketika telah sampai pada tahap ini. anda akan mulai belajar bersabar, anda akan mulai belajar menghargai waktu, anda akan mulai rajin untuk ke perpustakaan, dan hal-hal lainnya yang hanya akan anda lakukan ketika telah sampai pada tahap ini.

"KELUARGA, SAHABAT, SAUDARA DAN ORANG-ORANG YANG MENCINTAIMU SAAT INI SEDANG MENUNGGU KESUKSESANMU. MAKA “BANGUNLAH” DAN KEJAR VISI BESARMU.."

tak ada alasan untuk berdiam diri apalagi pasrah pada nasib.. keep smile :)

0 komentar:

Posting Komentar