Sabtu, 20 September 2014

Kau

Pemimpin katanya
terlantik pada barisan biru
Kau pelukis angkara di permukaan mata
Hei mengertilah sedikit kawan
Kita sama-sama pada hijau hitam bermotif
Tapi Kau terlalu sengit
sedang kami menuruti pendar yang kau beri
Kau selalu terpanggil pertama
dengan suguhan puji-puji
Ingatlah sekali lagi
kita berotasi pada waktu yang sama
Kau..
tak peduli awan atau abu
membawa sekarat lalu mati
ahh.. ini semua konyol
yah Kau.. Kau dan Kau

0 komentar:

Posting Komentar