Jumat, 20 Juni 2014

Kelak

Aku mendengar suara adukan cangkir dari arah dapur, yang tadinya suara kreeess seperti suara wajan dan minyak panas
sedang aku masih terpekur di kamar, dengan selimut orangeku gambar mickymouse.
tak lama kemudian ibu membangunkanku dengan suara lembutnya memanggil namaku,
" Tonna, Tonna,... "
" mmmmmmmmm " menyahut panggilan ibu
tadinya saya kira ibu membangunkanku karena ada makanan
ternyata hanya untuk menanyakan " kamu tidak shalat shubuh nak ? "
" emangnya sudah jam berapa ? " sambil membuka mata mencari hp
" jam lima nak "
" ntar bu', saya masih ngantuk "
" tidak baik menunda-nunda, ibu udah buatin teh dan ubi goreng "
Ibuku memang setiap pagi ketika aku datang ke rumah, Ibu selalu menyiapkan teh setelah aku bangun. Memang rasanya di rumah sendiri itu jauh berbeda dibanding tempat2 yang lain.
ibu masih terus membangunku, mataku tak dapat berkompromi karena semalam aku begadang hingga jam setengah satu..
tiba tiba dari pintu kamarku, terlihat Ayahku menuju ke arahku, sama seperti Ibu, Ayahku juga ikut membangunkanku mengajakku shalat shubuh berjama'ah.
kali ini aku tak bisa mengelak lagi menuruti kemauan mata dan ngantukku,
" Mau sampai kapan kamu dibangunkan seperti ini?. sampai kapan anak perempuan cantiknya Ayah bangunnya lama ? " sambil tersenyum Ayahku menarik selimutku
" bagaimana kalau nanti kamu menikah, pasti tidak ada lagi ibu dan Ayah membambangunkanmu, malahan kamu yang membangunkan anak-anakmu mengurus suamimu, bangun meyiapkan makanan ? "
mendengar Ayahku, aku dan Ibu tertawa terbahak, ngantuk tiba-tiba hilang. semua berubah jadi canda.
akupun beranjak dari tempat tidur segera untuk berwudhu
pertnayaan Ayah tadi menurutku tak perlu aku jawab, memang sih suatu saat nanti aku akan berada diposisi mereka. tapi saya belum tahu apakah aku bisa menjadi seperti mereka yang begitu tulus.
ahh sudahlah..
intinya makasih teh manisnya bu', yang tahu seleraku cuman ibuku sayang
makasih juga untuk Ayah, Imam dan pemimpin hebat dalam keluaarga.

0 komentar:

Posting Komentar